Wahai Generasi muda!!!, nasib agama, bangsa dan negara berada dipundak kalian!!!, kalimat semacam ini acap kali didengar dan dilontarkan oleh berbagai oknum, sangatlah relevan jika kita melihat realita yang ada selaras dengan begitu urgennya arti peran dari generasi bangsa saat melihat keterpurukan bangsa dari berbagai arah. Semakin terjerumus dan terpuruk dalam lembah kehancuran, lalu, dimanakah peran generasi muda yang merupakan pelopor revolusi bangsa? Sebuah pekerjaan rumah bagi kita tentunya.
Sebagai penentu perjalanan masa depan bangsa , pastilah Generasi muda mempunyai tanggung jawab yang amat berat untuk menentukan solusi sebagai kunci penjawab problematika yang ada.Langkah-langkah relistis, efektif, dan efesien sejak dini seharusnya sudah terkonsep secara perfect. Memproduksi senjata untuk menghancurkan rintangan yang selama ini menyelimuti bangsa seyognya sudah kita mulai, lebih jauh lagi kontribusi untuk bangsa juga paling tidak telah kita laksanakan.
Setidaknya terdapat sebuah jalan untuk melangkah secara simple dan praktis dalam mengambil start sebagai salah satu bentuk solusi atas semua ini. Mungkin tidak sedikit generasi muda telah melihat beberapa kelemahan yang diderita oleh bangsa ini, jika dapat dianalisa secara teliti boleh di opinikan hampir seluruh permasalahan bangsa bersumber dari lemah dan terbatasnya jiwa Intelektual warga negara kita, atau lebih kasarnya semuanya karena faktor kebodohan bangsa kita, sebagai bukti nyata kita bisa menilai kenapa bangsa ini selalu terjajah ? kenapa rakyat kita selalu menderita dibawah konsep para penjajah ? bangsa kita selalu menempati posisi terbelakang dalam berbagai ranah, negara kita sangat kesulitan memperbaiki keterpurukan pada semua lini, mungkin sebagian diantara kita menyadari akan eksistensi penjajahan dinegara ini, namun lebih banyak yang merasakan sebaliknya.
Dari sini kita dapat mengukur, sampai dimana jiwa kritis , jiwa intelektual, jiwa patriot seorang warga Negara, terlebih sebagai Generasi Bangsa, mayoritas warga Negara Indonesia mengklaim kalau bangsa ini telah merdeka, akan tetapi mereka tidak sadar bahwa keadaan sebenarnya yang mereka alami saat ini ternyata lebih parah dan mengenaskan dibanding saat era pra kemerdekaan bangsa tahun 1945 dahulu kala, sebab penjajahan pra kemerdekaan terlihat jelas dan nyata juga lebih condong pada penjajahan fisik , dimana masyarakat pada saat itu bisa merasakan kondisi senasib dan seperjuangan, sehingga lebih mudah untuk bersatu, akan tetapi yang terjadi saat ini bukanlah penjajahan fisik semata namun penjajahan yang bersifat Abstrak, lebih tepatnya penjajahan moral dan budaya serta intelektual, dimana penjajahan jenis inilah yang menjadi prioritas, dikarenakan kaum penjajah mungkin mempunyai pemikiran bahwa dengan penjajahan semacam inilah yang lebih efektif dan efesien untuk mencapai dan menggapai serta meraih seluruh mimpi mereka.
Maka bisa dipastikan bangsa akan semakin meruncing terbawa oleh arus kaum penjajah pada titik kehancuran, jika seterusnya para generasi muda bangsa hanya diam tanpa kata dan tingkah, arah jalan bangsa akan semakin terselimuti oleh kabut hitam kegelapan dalam kehancuran.
Peningkatan kualitas Intelektual merupakan jawaban awal menuju kebangkitan selanjutnya, betapa tidak, dengan kemampuan intelektual yang sempurna maka jelaslah pintu segala kegelapan akan sedikit terurai dan tersingkap menuju titik gemilang bangsa, kurang sadarnya para generasi muda bangsa akan pentingnya faktor intelektual inilah yang sebenarnya lebih condong menghambat kesejahtraan bangsa, sebab, tanpa adanya sumber daya manusia yang mumpuni dibidang intelektual maka sangatlah sulit, bahkan Mustahil sebuah tujuan mulya akan bisa dicapai, karena segala sesuatu perlu adanya suatu konsep, dan konsep itu tak mungkin dapat diwujudkan bila tidak didasari oleh pengetahuan yang sempurna. seperti suatu perkataan mulya yang menyebutkan “ barang siapa yang menginginkan sesuatu didunia, maka wajib baginya akan adanya sebuah ilmu dalam dirinya. dan barang siapa yang menginginkan sesuatu diakhirat, maka wajib baginya akan adanya sebuah ilmu dalam dirinya .dan barang siapa yang menginginkan sesuatu didunia dan akhirat maka wajib baginya pula akan adanya sebuah ilmu dalam dirinya.
Jelaslah kewajiban yang harus dipenuhi oleh para generasi muda bangsa sebagai langkah awal untuk menciptakan senjata guna menerobos semua rintangan yang selama ini menyelimuti bangsa kita , adalah dengan memulai membentuk jiwa intelektual. Karena dengan Ilmu semua akan bisa diraih, dan sebaliknya tanpa ilmu dunia akan gelap gulita. Wahai Generasi Bangsa perjalanan tanggung jawab kalian masih sangat panjang! Terus bergerak arahkan bangsa kedepan menuju kebangkitan..! sekali bendera dikibarkan, Hentikan ratapan dan tangisan! Mundur selangkah adalah bentuk penghianatan… Maju terus atau tidak selamanya!!! Salam pergerakan!!!!!
CRAZY MAN


09.14
crazy man

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar